Thursday, August 1, 2013

Suhu Dingin Ekstrem Melanda Wilayah Selatan Jawa

Suhu dingin melanda sejumlah kota di wilayah selatan Jawa. Dilaporkan, suhu, terutama ketika malam, jauh lebih rendah dari biasanya.

Laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa suhu di Kota Malang mencapai 17 derajat celsius. Biasanya, suhu kota tersebut berkisar antara 27 dan 28 derajat celsius.

Yogyakarta juga mengalami suhu ekstrem dingin. Dilaporkan, suhu Yogyakarta mencapai 19 derajat celsius.

Kepala Bidang Peringatan Dini Cuaca Ekstrem pada BMKG Hariadi mengatakan, "Suhu dingin ini tanda bertiupnya angin dari Australia."

Angin dari Australia merupakan angin yang kering dan dingin, tanda bahwa Indonesia sudah memasuki musim kemarau.

"Suhu turun di beberapa daerah adalah sebagai akibat angin musim yang berhembus dari daratan Australia yang telah memasuki musim dingin," kata Hariadi.

Kepala Pusat Perubahan Iklim dan Kualitas Udara BMKG Edvin Aldrian mengatakan, angin dingin dari Australia menarik air dari samudra, memengaruhi cuaca lokal.

"Ini disebut upwelling. Angin yang bertiup menarik air. Semakin kencang angin, semakin dalam air yang ditarik, suhu menjadi lebih dingin," kata Edvin saat dihubungi Kompas.com, Kamis (1/8/2013).

Dalam proses upwelling sendiri, air dari kedalaman yang lebih dalam sendiri akan naik ke atas karena air di permukaan ditarik oleh angin. Air dari laut yang lebih dalam punya suhu lebih rendah.

Edvin mengatakan, suhu dingin yang dicapai kali ini tergolong biasa. Beberapa tahun sebelumnya, suhu di Sukabumi pernah mencapai 14 derajat celsius.

Hariadi menambahkan, suhu dingin juga terjadi karena cuaca malam hari di beberapa daerah cenderung cerah. Hal ini karena angin dari Australia menghambat pembentukan awan.

"Di samping pengaruh suhu dingin Australia juga pengaruh lokal cuaca pada malam hari yang sangat cerah sehingga tanah menjadi lebih dingin karena pelepasan panas dari Matahari maksimal," urainya.

Saat cuaca berawan sebelumnya, panas dari Bumi yang hendak lepas ke atmosfer tertahan oleh pumpunan awan.

Edvin menuturkan, angin dari Australia akan bergerak sehingga akan memengaruhi wilayah secara bergilir, mulai dari Nusa Tenggara, Bali, Jawa, hingga berakhir di Bengkulu.

Sebelumnya, dilaporkan Antara, Kamis (15/7/2013), suhu dingin lebih rendah dari 20 derajat celsius terjadi di wilayah Nusa Tenggara.

Edvin mengatakan, "Suhu dingin ini tidak akan berlangsung lama. Mungkin sekitar 3 minggu. Setelah itu angin akan bergerak memengaruhi wilayah di Jawa Barat."

Walaupun demikian, pengaruh angin dari Australia ini juga perlu diwaspadai karena dapat mengakibatkan gelombang tinggi. Di tengah suhu dingin, masyarakat juga perlu menjaga kesehatan. 

Sumber: Kompas.com

Komet Ini Akan Memberi Kejutan pada November Nanti

Sebuah komet akan memberi kejutan pada bulan November nanti. Komet tersebut adalah ISON, komet yang baru ditemukan pada 24 September 2012 lalu oleh astronom asal Rusia, Vitali Nevski dan Artyom Novichonok.

Beberapa kali, wajah komet ISON berhasil diabadikan. Dalam foto terbaru, komet ISON lebih detail berkat ketajaman kamera teleskop antariksa Hubble.

Josh Sokol dari Space Telescope Science Institute di Baltimore, Selasa (16/7/2013), mengunggah foto hasil jepretan Hubble di blog hubblesite.org. "Foto ini adalah hasil dari sains dan seni," kata Sokol dalam posting di blog tersebut.

Sokol menyatakan, foto komet ISON yang diambil oleh Hubble pada 30 April 2013 lalu tersebut menjadi simulasi akan apa yang akan dilihat manusia, dengan kemampuan melihat obyek terang dan redup, bila memeiliki ketajaman seperti kamera Hubble.

Foto komet ISON ini didapatkan dengan kamera bernama Wide Field Camera 3 UVIS. Untuk mendapatkan foto ini, Hubble mengombinasikan dua filter, yakni filter cahaya merah yang tampak sebagai merah dalam foto serta cahaya kuning kehijauan yang tampak sebagai biru.

Dalam foto, komet ISON tampak terang dengan latar benda-benda langit lainnya. Sokol menerangkan, "Secara umum, obyek berwarna leih merah lebih tua, lebih berkembang, dibandingkan dengan yang berwarna biru."

Komet aslinya diberi nama C/2012 S1 namun dipanggil sesuai dengan tempat penemuannya, International Scientific Optical Network, ISON. Saat penemuan, komet berjarak 1 miliar kilometer dari Bumi.

ISON akan mencapai jarak terdekat dengan Matahari pada 28 November 2013 nanti. Saat itu, diperkirakan ISON akan melebihi terangnya Bulan purnama. ISON juga akan tampak sepanjang November hingga Desember.

ISON adalah komet yang berasal dari Awan Oort. Momen terlihatnya ISON sangat sayang untuk dilewatkan karena takkan terulang. Manusia di Bumi hanya mampu melihatnya sekali ini saja.

Sumber: Kompas .com

Tuesday, July 30, 2013

Seleksi TOFI untuk APhO Singapore 2014

 
Proses seleksi Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) yang akan berlomba di Asian Physics Olympiad (APhO) ke 15 di Singapore pada tanggal 11 - 19 Mei 2014 akan dilaksanakan pada tanggal 21 - 22 September 2013 di Gading Serpong, Tangerang. Bagi siswa-siswi SMA (atau yang lebih rendah) yang berminat mengikuti seleksi ini, dapat mengirimkan informasi nama sekolah beserta alamat sekolah ke email: pposm@stkipsurya.ac.id.

Olimpiade Ainun dan Habibie Award (Olimpiade Online Nasional)


Dalam proses meningkatkan kualitas pendidikan dan memacu semangat belajar siswa, Geschool.net jejaring sosial yang berbasis edukasi bersama orbit digital.net bermaksud menyelenggarakan suatu event akbar yang dapat diikuti secara masal memperebutkan teropi “Olimpade Online Nasional 2013 Ainun Habibie Award”. Event ini bermediakan koneksi internet yang ditujukan bagi siswa-siswi di seluruh Indonesia. Event yang akan dirilis pertama kali di Indonesia ini berjudul “Olimpiade Online Nasional”.

Thursday, July 25, 2013

Galaksi Memakan Gas



KOMPAS.com — Selama ini, para astronom menduga jika galaksi tumbuh dengan menyerap material dari sekitarnya, tetapi proses ini sangat sulit untuk diamati secara langsung.

Baru-baru ini, didukung dengan adanya susunan yang pas antara galaksi dan kuasar, ilmuwan berhasil mengabadikan proses sebuah galaksi "menggemukkan dirinya" dengan memakan material gas di sekitarnya.

Kuasar atau quasi stellar radio source merupakan inti galaksi aktif yang berada sangat jauh dan merupakan obyek yang sangat terang, energetik, dan sangat kuat. Energi tersebut berasal dari black hole (lubang hitam) raksasa.

Cahaya dari kuasar melalui material yang ada di bagian depan galaksi sebelum mencapai Bumi. Hal ini memungkinkan adanya eksplorasi lebih rinci dan melihat bagaimana aksi galaksi memakan gas di sekitarnya.

"Kami mampu menggunakan very large telescope milik ESO untuk mengamati galaksi dan gas di sekitarnya," ujar Nicolas Bouche dari Research Institute in Astrophysics and Planetology (IRAP) di Toulouse, Perancis, seperti dikutip Universe Today, Kamis (4/7/2013).

"Artinya, kita dapat memecahkan masalah penting dalam formasi suatu galaksi, yakni bagaimana galaksi tumbuh dan memberi makan formasi bintang," imbuhnya.

Galaksi menguras sumber gas seiring proses pembentukan bintang baru. Untuk menjaga galaksi terus dapat tumbuh, sumber gas baru harus didapatkan.

Astronom menduga, kunci dari menjaga ketersediaan gas adalah koleksi gas dingin di sekitar galaksi. Gravitasi menarik gas itu sehingga mengelilingi galaksi sebelum akhirnya jatuh dan "dimakan" oleh galaksi tersebut.

Bukti aksi "makan" galaksi dan pertumbuhannya sebenarnya pernah didapatkan sebelumnya. Namun, temuan ini adalah yang pertama menunjukkan bahwa gas di sekitar galaksi memang bergerak ke arah dalam galaksi.

Meskipun beberapa bukti mengenai pertumbuhan seperti itu pernah diamati sebelumnya, temuan ini adalah yang pertama yang mampu memperlihatkan bahwa gas memang bergerak ke arah dalam galaksi, bukan ke luar.

Penemuan ini dipublikasikan dalam sebuah makalah berjudul "Signatures of Cool Gas Fueling a Star-Forming Galaxy at Redshift 2.3" yang dimuat jurnal Science pada Jumat (5/7/2013) lalu. (Dyah Arum Narwastu)

Source:http://sains.kompas.com/read/2013/07/08/1757187/Astronom.Menangkap.Basah.Aksi.Galaksi.Memakan.Gas

Satu Juta Poundsterling untuk Mencari Alien

 
KOMPAS.com — Sekelompok ilmuwan Inggris memiliki misi baru untuk menemukan tanda-tanda kehidupan di luar bumi. Penyelidik dari 11 universitas dan badan ilmiah yang berbeda mulai mengatur misi pencarian sosok yang dalam film fiksi ilmiah digambarkan sebagai makhluk kecil berwarna hijau.

Kelompok yang menamai diri mereka UK Search for Extraterrestrial Intelligence (Seti) Research Network mengadakan pertemuan formal pertamanya pada Jumat (5/7/2013) di University of St Andrews. Diskusi ini adalah yang pertama kali digelar oleh sekelompok ilmuwan Inggris untuk membahas pencarian alien sejak tahun 2010. Saat ini, mereka perlu menyusun bagaimana cara mereka untuk mendanai misi ini.

Selama ini, AS adalah negara yang menghabiskan lebih banyak waktu dan uang untuk mencari alien daripada negara lain. Namun, uang itu didapatkan dari dana pribadi, bukan uang hasil pembayaran pajak. Donatur yang terlibat dalam pendanaan US Seti Institute antara lain William Hewlett, David Packard, dan Gordon Moore.

Alan Penny, koordinator UK Seti Research Network, menyatakan jika kelompoknya akan meminta bagian dari anggaran ilmu pengetahuan Pemerintah Inggris. Sir Martin Rees dari English Royal Astronomer akan bertindak sebagai pelindung dan berharap mendapatkan dana 1 juta poundsterling dari dana tahunan tersebut.

"Jika kita mampu mendapatkan satu bagian di 200—setengah persen dari uang yang ada saat ini, kita akan mampu untuk membuat perbedaan luar biasa. Kita akan sebanding dengan usaha yang dilakukan Amerika," kata Penny seperti dikutip The Register.

"Saya tidak tahu apakah terdapat alien di luar sana, tetapi saya nekat untuk mencarinya. Sangat mungkin bila kita hidup sendiri di alam semesta. Coba pikirkan implikasinya, jika kita benar-benar sendirian, seluruh tujuan pada alam semesta ada dalam kita. Namun, bila kita tidak sendirian, hal itu merupakan jalan lain yang menarik," tambahnya.

Dalam pertemuan pertamanya itu, UK Seti Research Network mendiskusikan cara-cara untuk melakukan pencarian. Eamonn Ansbro, seorang astronom Irlandia, memberikan saran untuk mencermati lebih dekat lingkungan yang ada di sekitar Bumi untuk mencari alien. Anders Sandberg kemudian melakukan analisis dari teori permainan "skenario penyelidikan mematikan", di mana sebuah alien sosiopat mengirimkan robo-drone untuk menghancurkan sebuah peradaban di tempat yang mereka datangi.

Banyak dari peneliti Seti sebelumnya yang mengandalkan sinyal radio untuk menangkap suara dari peradaban yang berada sangat jauh dari bumi. Teleskop Lovell milik Jodrell Bank Center for Astrophysics sebelumnya telah digunakan dalam proyek Seti mencari alien secara komersial.

Meskipun lembaga donor yang tengah kekurangan uang Inggris belum pasti akan menyerahkan uang tunai untuk memburu alien, Tim O'Brien, pemimpin asosiasi Jodrell Bank, mengatakan bahwa ada langkah yang lebih murah dan mudah yang bisa dilakukan, yakni dengan membonceng proyek lain.

Sebagai contoh, Jodrell Bank sekarang bergabung dengan jaringan tujuh teleskop radio di seluruh Inggris dalam proyek e-Merlin. Proyek ini digunakan untuk penelitian fenomena ilmiah penting, seperti pembentukan bintang dan lubang hitam. Teleskop yang terhubung dengan Jodrell Bank melalui serat optik ini efektif untuk memungkinkan mereka bekerja secara simultan.

"Anda bisa mencari secara kebetulan. Jika teleskop sedang mempelajari kuasar, misalnya, kita mendukungnya dan menganalisis data untuk mencari berbagai jenis sinyal astrofisika tidak alami yang menarik perhatian astronom yang mungkin saja berhubungan dengan alien. Penelitian dengan cara ini akan membuat penelitian yang dilakukan Seti menjadi gratis," kata O'Brien.

"Ada miliaran planet di luar sana. Akan sangat disayangkan jika kita tidak membuka paling tidak setengah bagian dari telinga kita untuk sinyal yang mungkin saja dikirimkan untuk kita," tambahnya. (Dyah Arum Narwastu)
Editor : Yunanto Wiji Utom
Source: http://sains.kompas.com/read/2013/07/09/2214423/Ilmuwan.Butuh.Satu.Juta.Poundsterling.untuk.Cari.Alien