Thursday, August 1, 2013

Suhu Dingin Ekstrem Melanda Wilayah Selatan Jawa

Suhu dingin melanda sejumlah kota di wilayah selatan Jawa. Dilaporkan, suhu, terutama ketika malam, jauh lebih rendah dari biasanya.

Laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa suhu di Kota Malang mencapai 17 derajat celsius. Biasanya, suhu kota tersebut berkisar antara 27 dan 28 derajat celsius.

Yogyakarta juga mengalami suhu ekstrem dingin. Dilaporkan, suhu Yogyakarta mencapai 19 derajat celsius.

Kepala Bidang Peringatan Dini Cuaca Ekstrem pada BMKG Hariadi mengatakan, "Suhu dingin ini tanda bertiupnya angin dari Australia."

Angin dari Australia merupakan angin yang kering dan dingin, tanda bahwa Indonesia sudah memasuki musim kemarau.

"Suhu turun di beberapa daerah adalah sebagai akibat angin musim yang berhembus dari daratan Australia yang telah memasuki musim dingin," kata Hariadi.

Kepala Pusat Perubahan Iklim dan Kualitas Udara BMKG Edvin Aldrian mengatakan, angin dingin dari Australia menarik air dari samudra, memengaruhi cuaca lokal.

"Ini disebut upwelling. Angin yang bertiup menarik air. Semakin kencang angin, semakin dalam air yang ditarik, suhu menjadi lebih dingin," kata Edvin saat dihubungi Kompas.com, Kamis (1/8/2013).

Dalam proses upwelling sendiri, air dari kedalaman yang lebih dalam sendiri akan naik ke atas karena air di permukaan ditarik oleh angin. Air dari laut yang lebih dalam punya suhu lebih rendah.

Edvin mengatakan, suhu dingin yang dicapai kali ini tergolong biasa. Beberapa tahun sebelumnya, suhu di Sukabumi pernah mencapai 14 derajat celsius.

Hariadi menambahkan, suhu dingin juga terjadi karena cuaca malam hari di beberapa daerah cenderung cerah. Hal ini karena angin dari Australia menghambat pembentukan awan.

"Di samping pengaruh suhu dingin Australia juga pengaruh lokal cuaca pada malam hari yang sangat cerah sehingga tanah menjadi lebih dingin karena pelepasan panas dari Matahari maksimal," urainya.

Saat cuaca berawan sebelumnya, panas dari Bumi yang hendak lepas ke atmosfer tertahan oleh pumpunan awan.

Edvin menuturkan, angin dari Australia akan bergerak sehingga akan memengaruhi wilayah secara bergilir, mulai dari Nusa Tenggara, Bali, Jawa, hingga berakhir di Bengkulu.

Sebelumnya, dilaporkan Antara, Kamis (15/7/2013), suhu dingin lebih rendah dari 20 derajat celsius terjadi di wilayah Nusa Tenggara.

Edvin mengatakan, "Suhu dingin ini tidak akan berlangsung lama. Mungkin sekitar 3 minggu. Setelah itu angin akan bergerak memengaruhi wilayah di Jawa Barat."

Walaupun demikian, pengaruh angin dari Australia ini juga perlu diwaspadai karena dapat mengakibatkan gelombang tinggi. Di tengah suhu dingin, masyarakat juga perlu menjaga kesehatan. 

Sumber: Kompas.com

Komet Ini Akan Memberi Kejutan pada November Nanti

Sebuah komet akan memberi kejutan pada bulan November nanti. Komet tersebut adalah ISON, komet yang baru ditemukan pada 24 September 2012 lalu oleh astronom asal Rusia, Vitali Nevski dan Artyom Novichonok.

Beberapa kali, wajah komet ISON berhasil diabadikan. Dalam foto terbaru, komet ISON lebih detail berkat ketajaman kamera teleskop antariksa Hubble.

Josh Sokol dari Space Telescope Science Institute di Baltimore, Selasa (16/7/2013), mengunggah foto hasil jepretan Hubble di blog hubblesite.org. "Foto ini adalah hasil dari sains dan seni," kata Sokol dalam posting di blog tersebut.

Sokol menyatakan, foto komet ISON yang diambil oleh Hubble pada 30 April 2013 lalu tersebut menjadi simulasi akan apa yang akan dilihat manusia, dengan kemampuan melihat obyek terang dan redup, bila memeiliki ketajaman seperti kamera Hubble.

Foto komet ISON ini didapatkan dengan kamera bernama Wide Field Camera 3 UVIS. Untuk mendapatkan foto ini, Hubble mengombinasikan dua filter, yakni filter cahaya merah yang tampak sebagai merah dalam foto serta cahaya kuning kehijauan yang tampak sebagai biru.

Dalam foto, komet ISON tampak terang dengan latar benda-benda langit lainnya. Sokol menerangkan, "Secara umum, obyek berwarna leih merah lebih tua, lebih berkembang, dibandingkan dengan yang berwarna biru."

Komet aslinya diberi nama C/2012 S1 namun dipanggil sesuai dengan tempat penemuannya, International Scientific Optical Network, ISON. Saat penemuan, komet berjarak 1 miliar kilometer dari Bumi.

ISON akan mencapai jarak terdekat dengan Matahari pada 28 November 2013 nanti. Saat itu, diperkirakan ISON akan melebihi terangnya Bulan purnama. ISON juga akan tampak sepanjang November hingga Desember.

ISON adalah komet yang berasal dari Awan Oort. Momen terlihatnya ISON sangat sayang untuk dilewatkan karena takkan terulang. Manusia di Bumi hanya mampu melihatnya sekali ini saja.

Sumber: Kompas .com

Tuesday, July 30, 2013

Seleksi TOFI untuk APhO Singapore 2014

 
Proses seleksi Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) yang akan berlomba di Asian Physics Olympiad (APhO) ke 15 di Singapore pada tanggal 11 - 19 Mei 2014 akan dilaksanakan pada tanggal 21 - 22 September 2013 di Gading Serpong, Tangerang. Bagi siswa-siswi SMA (atau yang lebih rendah) yang berminat mengikuti seleksi ini, dapat mengirimkan informasi nama sekolah beserta alamat sekolah ke email: pposm@stkipsurya.ac.id.

Olimpiade Ainun dan Habibie Award (Olimpiade Online Nasional)


Dalam proses meningkatkan kualitas pendidikan dan memacu semangat belajar siswa, Geschool.net jejaring sosial yang berbasis edukasi bersama orbit digital.net bermaksud menyelenggarakan suatu event akbar yang dapat diikuti secara masal memperebutkan teropi “Olimpade Online Nasional 2013 Ainun Habibie Award”. Event ini bermediakan koneksi internet yang ditujukan bagi siswa-siswi di seluruh Indonesia. Event yang akan dirilis pertama kali di Indonesia ini berjudul “Olimpiade Online Nasional”.

Thursday, July 25, 2013

Galaksi Memakan Gas



KOMPAS.com — Selama ini, para astronom menduga jika galaksi tumbuh dengan menyerap material dari sekitarnya, tetapi proses ini sangat sulit untuk diamati secara langsung.

Baru-baru ini, didukung dengan adanya susunan yang pas antara galaksi dan kuasar, ilmuwan berhasil mengabadikan proses sebuah galaksi "menggemukkan dirinya" dengan memakan material gas di sekitarnya.

Kuasar atau quasi stellar radio source merupakan inti galaksi aktif yang berada sangat jauh dan merupakan obyek yang sangat terang, energetik, dan sangat kuat. Energi tersebut berasal dari black hole (lubang hitam) raksasa.

Cahaya dari kuasar melalui material yang ada di bagian depan galaksi sebelum mencapai Bumi. Hal ini memungkinkan adanya eksplorasi lebih rinci dan melihat bagaimana aksi galaksi memakan gas di sekitarnya.

"Kami mampu menggunakan very large telescope milik ESO untuk mengamati galaksi dan gas di sekitarnya," ujar Nicolas Bouche dari Research Institute in Astrophysics and Planetology (IRAP) di Toulouse, Perancis, seperti dikutip Universe Today, Kamis (4/7/2013).

"Artinya, kita dapat memecahkan masalah penting dalam formasi suatu galaksi, yakni bagaimana galaksi tumbuh dan memberi makan formasi bintang," imbuhnya.

Galaksi menguras sumber gas seiring proses pembentukan bintang baru. Untuk menjaga galaksi terus dapat tumbuh, sumber gas baru harus didapatkan.

Astronom menduga, kunci dari menjaga ketersediaan gas adalah koleksi gas dingin di sekitar galaksi. Gravitasi menarik gas itu sehingga mengelilingi galaksi sebelum akhirnya jatuh dan "dimakan" oleh galaksi tersebut.

Bukti aksi "makan" galaksi dan pertumbuhannya sebenarnya pernah didapatkan sebelumnya. Namun, temuan ini adalah yang pertama menunjukkan bahwa gas di sekitar galaksi memang bergerak ke arah dalam galaksi.

Meskipun beberapa bukti mengenai pertumbuhan seperti itu pernah diamati sebelumnya, temuan ini adalah yang pertama yang mampu memperlihatkan bahwa gas memang bergerak ke arah dalam galaksi, bukan ke luar.

Penemuan ini dipublikasikan dalam sebuah makalah berjudul "Signatures of Cool Gas Fueling a Star-Forming Galaxy at Redshift 2.3" yang dimuat jurnal Science pada Jumat (5/7/2013) lalu. (Dyah Arum Narwastu)

Source:http://sains.kompas.com/read/2013/07/08/1757187/Astronom.Menangkap.Basah.Aksi.Galaksi.Memakan.Gas

Satu Juta Poundsterling untuk Mencari Alien

 
KOMPAS.com — Sekelompok ilmuwan Inggris memiliki misi baru untuk menemukan tanda-tanda kehidupan di luar bumi. Penyelidik dari 11 universitas dan badan ilmiah yang berbeda mulai mengatur misi pencarian sosok yang dalam film fiksi ilmiah digambarkan sebagai makhluk kecil berwarna hijau.

Kelompok yang menamai diri mereka UK Search for Extraterrestrial Intelligence (Seti) Research Network mengadakan pertemuan formal pertamanya pada Jumat (5/7/2013) di University of St Andrews. Diskusi ini adalah yang pertama kali digelar oleh sekelompok ilmuwan Inggris untuk membahas pencarian alien sejak tahun 2010. Saat ini, mereka perlu menyusun bagaimana cara mereka untuk mendanai misi ini.

Selama ini, AS adalah negara yang menghabiskan lebih banyak waktu dan uang untuk mencari alien daripada negara lain. Namun, uang itu didapatkan dari dana pribadi, bukan uang hasil pembayaran pajak. Donatur yang terlibat dalam pendanaan US Seti Institute antara lain William Hewlett, David Packard, dan Gordon Moore.

Alan Penny, koordinator UK Seti Research Network, menyatakan jika kelompoknya akan meminta bagian dari anggaran ilmu pengetahuan Pemerintah Inggris. Sir Martin Rees dari English Royal Astronomer akan bertindak sebagai pelindung dan berharap mendapatkan dana 1 juta poundsterling dari dana tahunan tersebut.

"Jika kita mampu mendapatkan satu bagian di 200—setengah persen dari uang yang ada saat ini, kita akan mampu untuk membuat perbedaan luar biasa. Kita akan sebanding dengan usaha yang dilakukan Amerika," kata Penny seperti dikutip The Register.

"Saya tidak tahu apakah terdapat alien di luar sana, tetapi saya nekat untuk mencarinya. Sangat mungkin bila kita hidup sendiri di alam semesta. Coba pikirkan implikasinya, jika kita benar-benar sendirian, seluruh tujuan pada alam semesta ada dalam kita. Namun, bila kita tidak sendirian, hal itu merupakan jalan lain yang menarik," tambahnya.

Dalam pertemuan pertamanya itu, UK Seti Research Network mendiskusikan cara-cara untuk melakukan pencarian. Eamonn Ansbro, seorang astronom Irlandia, memberikan saran untuk mencermati lebih dekat lingkungan yang ada di sekitar Bumi untuk mencari alien. Anders Sandberg kemudian melakukan analisis dari teori permainan "skenario penyelidikan mematikan", di mana sebuah alien sosiopat mengirimkan robo-drone untuk menghancurkan sebuah peradaban di tempat yang mereka datangi.

Banyak dari peneliti Seti sebelumnya yang mengandalkan sinyal radio untuk menangkap suara dari peradaban yang berada sangat jauh dari bumi. Teleskop Lovell milik Jodrell Bank Center for Astrophysics sebelumnya telah digunakan dalam proyek Seti mencari alien secara komersial.

Meskipun lembaga donor yang tengah kekurangan uang Inggris belum pasti akan menyerahkan uang tunai untuk memburu alien, Tim O'Brien, pemimpin asosiasi Jodrell Bank, mengatakan bahwa ada langkah yang lebih murah dan mudah yang bisa dilakukan, yakni dengan membonceng proyek lain.

Sebagai contoh, Jodrell Bank sekarang bergabung dengan jaringan tujuh teleskop radio di seluruh Inggris dalam proyek e-Merlin. Proyek ini digunakan untuk penelitian fenomena ilmiah penting, seperti pembentukan bintang dan lubang hitam. Teleskop yang terhubung dengan Jodrell Bank melalui serat optik ini efektif untuk memungkinkan mereka bekerja secara simultan.

"Anda bisa mencari secara kebetulan. Jika teleskop sedang mempelajari kuasar, misalnya, kita mendukungnya dan menganalisis data untuk mencari berbagai jenis sinyal astrofisika tidak alami yang menarik perhatian astronom yang mungkin saja berhubungan dengan alien. Penelitian dengan cara ini akan membuat penelitian yang dilakukan Seti menjadi gratis," kata O'Brien.

"Ada miliaran planet di luar sana. Akan sangat disayangkan jika kita tidak membuka paling tidak setengah bagian dari telinga kita untuk sinyal yang mungkin saja dikirimkan untuk kita," tambahnya. (Dyah Arum Narwastu)
Editor : Yunanto Wiji Utom
Source: http://sains.kompas.com/read/2013/07/09/2214423/Ilmuwan.Butuh.Satu.Juta.Poundsterling.untuk.Cari.Alien

Tata Surya Ternyata Punya Ekor

 
KOMPAS.com — Astronom berhasil mengungkap foto ekor Tata Surya atau heliotail untuk pertama kali. Ilmuwan Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menyatakan bahwa ekor Tata Surya punya bentuk mirip empat daun semanggi.

Soal dan Pembahasan UN 2013 (UAD F15)


Sahabat dunia fisika, pada kesempatan kali ini kami akan membagikan soal dan pembahasan UN Fisika 2013. Seperti kita ketahui soal UN tahun 2013 terdiri dari 20 paket. Sehingga soal UN yang kami upload ini merupakan salah satu soal UN dari 20 paket tersebut yaitu soal fisika paket "UAD F15".
Untuk mengetahui paket UN-nya dapat dilakukan dengan membaca barcode yang terdapat pada pojok soal. Disini kami menggunakan software "Barcode Scanner" yang dapat diunduh secara gratis di google playstore. Jadi, jika Anda berminat silakan download saja tentu saja jika Anda menggunakan handphone OS Android.

OK, kami langsung saja bagikan soalnya, silakan download: Soal UN 2013 (UAD F15)
Sedangkan untuk pembahasannya ditunggu ya, karena masih dalam proses pengetikan.

Terima kasih karena.

Silabus Kelas XII

Bagaiman persiapan menjelang tahun ajaran barunya teman-teman?

Orang yang cerdas selalu mempelajari apa yang dipelajari orang lain secara lebih dulu. Mau tahu apa saja silabus pelajaran yang akan kalian pelajari pada kelas XII ini?

Silakan download: Silabus Fisika XII

Buat guru-gurumu tercengan kagum karena kamu telah tahu apa yang akan mereka ajarkan. Semoga sukses.

Terima kasih.

Wednesday, July 24, 2013

Pemburu Unsur

 


Oleh Rob Dunn
Foto oleh Max Aguilera-Hellweg
Pada 22 oktober lalu, lonceng ber­denting di kantor utama laboratorium Yuri Oganessian di Dubna, sebelah utara Moskwa. Dua belas fisikawan nuklir duduk di belakang meja yang berisi tumpukan kertas tinggi. Di seberang lorong, sebuah siklotron sedang menembakkan atom-atom kalsium ke selembar logam tipis dengan kecepatan 108 juta kilometer per jam.

Semua Berawal dalam Kekacauan

 

Oleh Robert Irion
Foto oleh Mark Thiessen, Seni oleh Dana Berry

Butir debu itu diambil dari ekor komet yang terletak lebih dari 350 juta kilometer dari Bumi. Sekarang, di bawah mikroskop elektron di sebuah lab bawah tanah, debu itu membesar, sampai memenuhi layar komputer. Menilik suatu petak gelap yang me­nyerupai tebing bergerigi, Dave Joswiak me­naikkan perbesaran hingga 900.000.

Sunday, July 21, 2013

Teknik Ultra-cepat Menyingkap Prinsip-prinsip Perancangan dalam Biologi Kuantum


Molekul-molekul yang dihasilkan mampu menciptakan sifat-sifat penting dari molekul klorofil di dalam sistem fotosintesis, yang menyebabkan koherensi mampu bertahan selama puluhan femtosekon dalam suhu ruangan.
Para peneliti dari University of Chicago telah berhasil menciptakan suatu senyawa sintetis yang meniru dinamika kuantum yang kompleks seperti yang bisa diamati dalam fotosintesis. Terobosan ini memungkinkan dibangunnya cara fundamental terbaru untuk menciptakan teknologi energi surya. Merekayasa efek kuantum untuk dijadikan sebagai perangkat pemanen-cahaya sintetik tidak saja bisa terwujud, namun, prosesnya pun ternyata lebih mudah dari yang diduga, lapor para peneliti dalam edisi 19 April jurnal Science.
Para peneliti merekayasa molekul kecil yang mendukung koherensi kuantum agar tahan lama. Koherensi adalah perilaku superposisi kuantum yang secara makroskopik bisa diamati. Superposisi adalah konsep kuantum mekanik yang fundamental, dicontohkan dengan eksperimen klasik yang dikenal sebagai Cat Schrodinger, di mana partikel kuantum tunggal seperti elektron menempati lebih dari satu keadaan secara bersamaan.

Efek kuantum umumnya diabaikan dalam ketidakteraturan sistem yang besar dan panas. Namun demikian, eksperimen ultra-cepat spektroskopi yang baru-baru ini dikerjakan oleh Prof. Greg Engel dalam laboratorium kimia University of Chicago telah sukses menunjukkan bahwa superposisi kuantum mungkin berperan menghasilkan efisiensi kuantum yang nyaris sempurna dalam pemanenan cahaya fotosintesik, sekalipun dalam suhu fisiologis.

Antena fotosintetik – protein yang mengatur klorofil dan molekul-molekul cahaya-serapan lainnya pada tanaman dan bakteri – mendukung superposisi untuk bertahan lama dalam tingkat anomali. Banyak peneliti yang mengusulkan bahwa organisme telah berevolusi dan mengembangkan sarana untuk melindungi superposisi tersebut. Hasilnya: terjadi peningkatan efisiensi dalam proses mentransfer energi dari sinar matahari yang terserap ke bagian-bagian sel yang mengubah energi matahari menjadi energi kimia. Hasil-hasil studi yang baru-baru ini dilaporkan ini telah menunjukkan bahwa manifestasi tertentu pada mekanika kuantum dapat direkayasa menjadi senyawa hasil buatan-manusia. 

Para peneliti memodifikasi fluoresein – molekul serupa yang pernah digunakan untuk mewarnai Sungai Chicago menjadi hijau dalam rangka Hari St. Patrick – lalu menghubungkan pasangan-pasangan pewarna yang berbeda menjadi satu dengan menggunakan struktur penjembatan yang ketat. Molekul-molekul yang dihasilkan mampu menciptakan sifat-sifat penting dari molekul klorofil di dalam sistem fotosintesis, yang menyebabkan koherensi mampu bertahan selama puluhan femtosekon dalam suhu ruangan.

“Mungkin kedengarannya bukan waktu yang sangat lama – femtosekon setara dengan sepersejuta miliar detik,” kata rekan penulis studi Dugan Hayes, lulusan University of Chicago dalam bidang kimia, “Tapi pergerakan eksitasi melalui sistem juga terjadi pada skala waktu yang ultra-cepat ini, mengindikasikan bahwa superposisi kuantum dapat berperan penting dalam proses transfer energi."

Untuk mendeteksi bukti superposisi yang tahan lama, para peneliti memfilmkan aliran energi dalam molekul dengan menggunakan rekayasa laboratorium dan sistem laser tingkat tinggi dalam skala femtosekon. Tiga pulsa laser yang terkontrol secara tepat diarahkan ke dalam sampel, menghasilkan pancaran sinyal optik yang ditangkap dan diarahkan ke dalam kamera.

Dengan memindai jeda waktu di antara kedatangan pulsa-pulsa laser tersebut, para peneliti memfilmkan aliran energi di dalam sistem, menandainya sebagai rangkaian spektrum dua dimensi. Masing-masing spektrum dua-dimensi termuat dalam satu frame film, berisi informasi tentang keberadaan energi di dalam sistem sekaligus memberitahu jalur-jalur apa saja yang dilaluinya untuk mencapai ke sana.

Film ini mempertunjukkan relaksasi dari keadaan energi tingkat tinggi menuju ke keadaan energi tingkat yang lebih rendah dalam serangkaian waktu, serta memperlihatkan osilasi sinyal di area-area sinyal yang sangat spesifik, atau ketukan-ketukan kuantum. “Ketukan kuantum merupakan ciri dari koherensi kuantum, timbul dari interferensi antara keadaan-keadaan energik yang berbeda dalam superposisi, mirip dengan suara ketukan ketika dua instrumen musik yang tidak selaras mencoba memainkan nada yang sama,” ungkap Hayes.

Simulasi komputer menunjukkan bahwa koherensi kuantum bekerja dalam antena fotosintesis untuk menjaga eksitasi untuk tetap tidak terjebak dalam perjalanannya menuju pusat reaksi, yaitu tempat dimulainya konversi ke energi kimia. Dalam satu interpretasi, sebagaimana eksitasi berpindah melalui antena, keberlangsungannya tetap berada dalam superposisi dari semua jalur sekaligus, memaksa eksitasi berlanjut ke jalur yang semestinya. “Sebelum koherensi-koherensi ini berhasil teramati dalam sistem sintetis, ada keraguan bahwa fenomena yang kompleks mampu diciptakan di luar alam,” ujar Hayes.

Kredit: University of Chicago
Jurnal: D. Hayes, G. B. Griffin, G. S. Engel. Engineering Coherence Among Excited States in Synthetic Heterodimer Systems. Science, 2013; DOI: 10.1126/science.1233828
Sumber : Fakta Ilmiah, 20 April 2013, fisikanet.lipi.go.id

Math Solver (Android)

 Cover art
Kabar yang sangat menggembirakan bagi pengguna android karena sekali lagi telah tersedia aplikasi yang memudahkan hidup kita. Kali ini giliran "math solver". Math solver adalah aplikasi yang dapat digunakan untuk kalkulasi berbagai fungsi matematika, mulai integral, limit, mean dan median, dan puluhan (atau mungkin ratusan) fungsi lainnya. Apalagi aplikasinya ini gratis boooooo...

Sehingga mungkin teman-teman di sekolah SMA dapat menggunakan aplikasi ini untuk memudahkan pekerjaan rumah matematikanya. Asal jangan kelabasan sampai ujiannya juga ya hehehe..

Ok silakan saja unduh aplikasinya di "Playstore" atau langsung kunjungi: Download Math Solver (android)

Terima kasih.

Komputasi: Wolfram Alpha

Sobat dunia fisika apabila para sahabat menemui kesulitan seperti dalam proses integral, differensial, limit, atau proses matematika lainnya para sobat bisa melakukan komputasi secara gratis di situs wolfram alpha.

Berikut adalah situs wolfram alpha: Kunjungi situs wolfram alpha

Nah, di bawah ini adalah contoh tampilan dari wolfram alpha ketika saya mencoba melakukan integral dari x^2.



















Selain dapat melakukan komputasi fisika wolfram alpha juga dapat mengecek data kimia, atom, biologi, bahkan hingga seni musik sekalipun.

Namun, apabila ingin menggunakan lebih lanjut wolfram alpha misalkan untuk mengetahui step by step hasil integral kita, kita harus memiliki akun wolfram alpha pro-nya. Atau apabila ada yang memiliki handphone android dapat download wolfram alpha edisi pro di blapkmarket.com. Namun, Anda harus memiliki username terlebih dahulu di situs tersebut. Tenang saja membuat akun di blapkmarket.com tidak sulit kok hanya memasukkan data yang tidak seberapa.

Berikut link wolfram alpha versi android:


Ok, terima kasih.

Hisab-Rukyat: Antara modernisasi Ilmu Falak

 
 
Selain belum terbentuknya kesepakatan para pihak, penentuan awal Ramadhan dan hari raya di Indonesia menjadi kian kompleks seiring berkembangnya 26 sistem hisab dan sebagian di antaranya memiliki akar yang dalam di tengah masyarakat Muslim Indonesia. Khususnya melalui lembaga-lembaga pendidikan dan keagamaan. Meski telah diklasifikasikan dalam golongan kurang akurat (taqriby), akurat (tahqiqi), dan sangat akurat (haqiqi bittahqiq), sebagian di antaranya mengklaim diri mempunyai akurasi tinggi atas dasar keberhasilannya mendeteksi hilal, meski masih kontroversial.

Masalah akurasi ini menarik perhatian kala berselang dua bulan kalender sebelum Ramadhan 1434 H, terjadi insiden kecil yang tak begitu terekspos, namun penting. Insiden itu, pada Jumat, 10 Mei 2013 pagi, saat sebagian besar Indonesia menjadi kawasan terpapar Gerhana Matahari, meski hanya tercakup zona penumbra (bayangan sekunder) sehingga mengalami gerhana sebagian saja. Semua terkesiap saat gerhana ternyata benar-benar terjadi dan laporan-laporan observasi (rukyat) gerhana pun bermunculan dari berbagai penjuru Indonesia.

Padahal, sebagian dari 26 sistem hisab itu memprediksi Indonesia tidak tercakup ke dalam kawasan Gerhana Matahari, termasuk sistem yang dipakai ormas arus utama. Bahkan, ormas yang modern pun turut kejeblos kala memublikasikan gerhana bakal terjadi pada Sabtu 11 Mei 2013 atau berselisih sehari kemudian.

Peristiwa ini memberikan kesan terjadinya salah-hitung sekaligus mengundang tanya bagaimana kendali mutu (tashih) yang diterapkan dalam tubuhnya? Kasus ini bukan yang pertama karena dalam sejumlah peristiwa gerhana sebelumnya, umumnya Gerhana Bulan, hal serupa juga dijumpai.

Bumi, Kita, dan Alam Semesta

 

KOMPAS.com - Untuk ketiga kalinya, Bumi berhasil diambil dari jarak yang luar biasa jauhnya, mencapai miliaran kilometer, dari bagian luar Tata Surya. Wahana antariksa Cassini mengambil Bumi dari tempatnya mengorbit, Saturnus.

Dalam citra hasil jepretan Cassini yang belum dikalibrasi, Bumi tampak sebagai titik berwarna perak dan cemerlang. Bulan berada di bawah Bumi dalam citra tersebut, tampak sebagai lingkaran yang lebih kecil.

Apa yang bisa direnungkan manusia saat melihat wajah Bumi dari Saturnus itu? Kiranya, refleksi astronom ternama Carl Sagan (1934 - 1996) dalam buku "Pale Blue Dot : A Vision of the Human Future in Space" masih relevan.

Sagan menulis refleksi itu setelah melihat wajah Bumi berupa titik biru puncat (Pale Blue Dot) yang diambil wahana Voyager 1 pada tahun 1990, citra pertama Bumi yang diambil dari bagian luar Tata Surya. Berikut refleksi Sagan.


Dari titik yang sangat jauh ini, Bumi mungkin tidak menarik. Namun bagi kita, Bumi berbeda.

Renungkanlah lagi titik itu. Di sinilah titik itu. Itulah rumah. Itulah kita. Di atasnya, semua orang yang kamu cintai, semua orang yang kamu kenal, semua orang yang kamu pernah dengar, semua manusia yang pernah ada, menghabiskan hidup mereka.

Segenap kebahagiaan dan penderitaan kita, ribuan agama, ideologi dan doktrin ekonomi, setiap pemburu dan pengumpul, setiap pahlawan dan pengecut, setiap pendiri dan penghancur peradaban, setiap raja dan petani, semua pasangan anak muda yang sedang jatuh cinta, setiap ibu, ayah dan anak-anak punya harapan besar, penemu dan petualang, setiap guru moral, semua politisi yang korup, setiap bintang besar, setiap pemimpin besar, setiap orang suci dan pendosa dalam sejarah hidup spesies kita hidup disana, di atas setitik debu, melayang di dalam pancaran cahaya Matahari.

Bumi hanyalah panggung kecil di area kosmos yang luas.

Pikirkan tentang sungai darah yang tumpah oleh jenderal dan raja-raja sehingga dalam keagungan dan kemenangan itu dapat menjadi bagian kecil dari sebuah titik. Pikirkan kekejaman yang dilakukan oleh penghuni dari salah satu sudut dari piksel ini kepada penghuni dari sudut lain yang sulit dibedakan dalam citra ini. Betapa sering kesalahpahaman terjadi, betapa tega mereka membunuh satu sama lain, betapa dalam kebencian mereka. Sikap kita, kesombongan kita, khayalan bahwa kita memiliki keistimewaan di semesta ditantang oleh titik pucat ini.

Planet kita adalah sebuah titik kesepian yang dibalut oleh kosmos yang gelap. Dalam ketidakjelasan kita, dalam keluasan ini, tak ada tanda bahwa bantuan akan datang dari luar untuk menyelamatkan kita dari kita sendiri.

Bumi adalah satu-satunya dunia, sejauh ini, yang memiliki kehidupan. Tak ada tempat lain, paling tidak dalam waktu dekat, bagi spesies kita bisa bermigrasi. Berkunjung, ya. Tapi tinggal, belum. Suka atau tidak, untuk saat ini Bumi adalah tempat kita berdiri.

Telah lama dikatakan bahwa astronomi rendah hati dan memberikan pengalaman membangun karakter. Mungkin tak ada demonstrasi yang lebih baik tentang kebodohan kesombongan kita selain gambar ini. Bagi saya, ini menggarisbawahi tanggung jawab kita untuk bersikap baik pada orang lain, serta melestarikan dan menghargai titik biru pucat, satu-satunya rumah yang kita tahu.

Source: Kompas

Tuesday, July 16, 2013

Emas yang Hilang

Saya baru melihat video hasil IPhO 2013 http://ipho2013.dk/ipho2013-closing-ceremony-livestream.htm. Sedih dan kecewa sekali… Untuk pertamakalinya sejak 13 tahun, merah putih tidak berada di jajaran peraih medali emas. Indonesia hanya dapat 4 perunggu dalam International Physics Olympiad (IPhO) ke 44 di Denmark. Hilang sudah salah satu kebanggaan Indonesia…

Sebenarnya turunnya prestasi Indonesia dalam IPhO ini sudah diperkirakan sejak tahun 2011 yaitu semenjak adanya dua tim pelatih: Tim A (tim yang disupport oleh dikbud) dan Tim B (tim volunteer dari Surya Univ yang terdiri dari para alumni TOFI Dr. Hendra Kwee, Dr. Herry Kwee, Dr. Zainul Abidin, Dr. Alexander Silalahi, Dr. Jong Anly, Yendi dsb).

Tim A melatih siswa untuk bertanding di IPhO sedangkan tim B untuk APhO. Siswa yang ikut APhO TIDAK boleh ikut IPhO.

Dalam IPhO 2011 Indonesia hanya meraih 1 emas (padahal dalam IPhO 2010 kita dapat 4 emas). IPhO 2012 juga 1 emas. IPhO 2013 dng 4 perunggu, siswa terbaik Indonesia hanya meraih peringkat 107! Padahal dalam APhO 2013 siswa kita meraih peringkat 1 (the Absolute winner). Dalam APhO 2013 siswa kita mengalahkan semua siswa-siswa China, Taiwan, Singapore, Thailand yang merajai IPhO 2013. Gimana tidak sedih dan kesal…

Sejak tahun 2012 saya sudah bicara dengan dikbud mengenai hal ini. Saya mengusulkan kenapa tidak memanfaatkan tim volunteer ini untuk melatih ke IPhO juga. Tim ini punya dedikasi dan sudah dikenal dalam rimba olimpiade fisika dunia sebagai tim pelatih yang handal (bahkan tim ini pernah dilamar untuk jadi tim pelatih di Malaysia, Arab Saudi, Mongolia dll).

Saya berharap sekali pemerintah segera dapat membuat solusi yang baik untuk ini. Semoga tahun depan prestasi Indonesia di IPhO bisa pulih kembali. Kita kembalikan kebanggaan dan kehormatan bangsa kita….
Source: Official Yohannes Surya

Berapa lama untuk melatih seseorang menjadi juara dunia olimpiade fisika?


 
Dibutuhkan minimal 2 bulan untuk meraih medali perunggu (Oki Gunawan peraih perunggu pertama IPhO dilatih siang malam selama 2 bulan, sampai-sampai rambut beberapa peserta rontok saking kerasnya belajar).

Dibutuhkan minimal 7 bulan untuk meraih medali perak (Perak pertama diraih Teguh Budimulia lewat pelatihan 5 bulan jarak jauh dan 2 bulan intensif)

Untuk medali emas pelatihan intensif (pagi sampai malam) harus dilakukan 1-2 tahun (emas pertama Made Agus Wirawan butuh sekitar 2 tahun, Absolute winner IPhO 37 Jonathan Mailoa butuh 1,5 thn)