Thursday, January 3, 2013

Mesin Waktu Dalam Kehidupan Sehari-hari


Perjuangan untuk membuktikan kebenaran teori relativitas Einstein rupanya terus menantang para ilmuwan. Menurut Einstein, waktu dapat berjalan lebih cepat atau lebih lambat bagi sebuah benda tergantung dari kecepatan dan gaya gravitasi yang dialami benda tersebut.  

Teori relativitas juga memunculkan hipotesis terkenal , “paradoks sikembar”. Bayangkan ada dua orang saudara kembar, yang seorang tetap tinggal dibumi, sementara saudaranya berangkat ke luar angkasa dengan pesawat yang terbang dalam kecepatan cahaya. Waktu akan berjalan lebih lambat bagi orang didalam pesawat tersebut. Ketika dia kembali kebumi dengan durasi beberapa menit, ia akan menemukan saudara kembarnya telah berusia puluhan tahun lebih tua.

Film fiksi ilmiah Hollywood yang thriller hingga film kartun anak-anak sering menyajikan petualangan menembus waktu sehingga mesin waktu bukanlah hal baru bagi dunia modern. Petualangan antar waktu juga menjadi proyek yang paling ambisisus selain penjelajahan ruang angkasa. Namun, hingga kini masih sulit untuk membuktikan kebenaran teori Einstein. Untuk mengukur dilatasi waktu, pada tahun 1971 para ilmuwan menerbangkan pesawat Jet yang membawa jam atom untuk membandingkannya dengan jam atom yang ada dibumi. Walapun selisih dalam skala super kecil ditemukan, percobaan itu tampaknya kurang membumi.

Para Ilmuwan dari NIST membuat dua jam atom dengan menggunakan ion almunium yang bergetar bolak-balik diantara dua level energi dengan frekuensi triliunan kali per detik. Keduanya merupakan jam atom paling akurat di dunia yang pernah dibuat.  Dengan jam atom inilah, percobaan kembali dilakukan dengan kendaraan biasa dan ketinggian yang lebih rendah dari 2 meter diatas tanah. Jam atom tersebut tetap menunjukkan ada selisih

 “Sebelumnya, sudah ada yang mengukur dilatasi waktu”, ujar Prof.Vladan Vuletic, ahli fisika dari MIT yang tidak terlibat dalam riset. “ Akan tetapi, sangat menakjubkan ketika tahu teori ini juga berlaku dalam skala kecil”, lanjutnya.

Ternyata perjalanan menembus waktu sebenarnya terjadi dalam kehidupan sehari-hari, ketika kita naik sepeda atau mendaki gunung. Hanya saja semuanya terjadi dalam kurun waktu yang sangat cepat, tak sampai sedetik sehingga kita sering tidak menyadari bahwa kita sudah melompati waktu se per sekian triliun detik lebih cepat !

Apakah penelitian ini akan terus bergerak hingga mencapai proyek ambisius membuat mesin waktu? Kita lihat saja nanti.

http://news.discovery.com/human/time-dilation-einstein-relativity.html#mkcpgn=rssnws1
http://www.yohanessurya.com/news.php?pid=202&id=170

0 comments:

Post a Comment